Memaparkan catatan dengan label keampunan. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label keampunan. Papar semua catatan

Khamis, 25 Jun 2009

MAAFKAN DAKU!


Image

AllahuAkbar!!..kupanjatkan syukur paMU atas nikmat n kurniaMU yg menggunung pada diriku yg serba kekurangan ini..
Alhamdulillah,....syukur pada-MU kerana masih dberi peluang utk meminjam suasana duniawi yg sementara..
..w/pun semalam diriku ini hampir..hampir..... :oops: ..
Allahuakbar....daku yang leka..cuai membiarkan gerak rasa n naluri drMU....namun ENGKAU senantiasa disampingku
menolong diriku yg serba kerdil ini...
Allahuakbar!...

"DIRI INI TIDAK SEMPURNA TANPA CINTA DARI-MU AR-RABB...
SUBHANALLAH. ... ALHAMDULILLAH,... redha-MU yang ku cari ya ALLAH..ampuni diriku..

MAAFKAN DAKU!

Image

Ya Allah, berat rasanya dugaan-Mu untukku hadapi..ku kira diriku kuat berlari, namun lemah rasa kaki ku biar hanya berdiri.
Ya Allah, selimutkan aku dengan kasih-Mu, agar tenang jiwaku dalam perjalanan ini, dan dapat ku teruskan langkah sekuatnya menuju destinasi abadi.
Ya Allah, Kau campakkanlah rasa sabar dan redha pada hatiku, agar segala ketentuan-Mu ku terima seikhlasku.
Ya Allah, sayangilah dan kasihanilah hamba ini, agar aku tak rasa sendiri.


Duhai Hati, Jangan Kau Terkorban dengan Dunia..



Sesekali hati mengeluh dengan kesusahan dan kepayahan hidup. Terasa pedih dan rapuh, sakitnya seperti tiada hati lain yang mampu mengerti. Namun tidak tersedarkah hati itu adalah ujian dari Tuhannya? Kepayahan itu sesungguhnya adalah bentuk tarbiyahNya kepada hati. Pernah hati bersyukur kerana mendapat perhatian yang sedemikian dari Tuhannya? Terlebih banyak mengaduh dari bertahmid rasanya.

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." -Surah Al-Ankabut ayat 2-3
""...dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." -Surah Yusuf ayat 12

Tak tersedarkah hati segala yang diberinya itu adalah nikmat;
kebahagiaan adalah nikmat, sakit adalah nikmat, perit itu lebih nikmat,
jika hati ingin menerima.
Duhai hati, sedarlah,
bukannya Tuhanmu tidak mendengar segala jerit perih,
betapa pedih peritnya derita apa yang dialami,
betapa segala yang hati ingin, tidak semua kan hati perolehi.
Bukankah Dia sudah terang-terang berfirman:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." -Surah Al-Baqarah ayat 216

Nah, Tuhannya sendiri telah siap mengatur segala rencana perjalanan hidupnya hati.
Mengapa harus merungut lagi dengan jalan yang ditempuh.
Duri-duri dan halangan itu adalah rahmat.
Redha dan pasrah, wahai hati, itulah lumrah.